Minggu, 13 Januari 2013

CERPEN KETULUSAN HATI

Agha , anak desa Durian dikenal sebagai anak yang bijaksana , baik , ramah , pintar , cerdas , tampan , dan baik hati. Sehingga banyak gadis yang suka pada-nya. Tetapi tidak sedikit juga yang iri dan tidak senang pada Agha terutama anak laki-laki. Malvin contohnya , dia anak orang kaya tetapi dia sangat sombong dan sangat benci pada Agha.
            Agha dan Malvin adalah teman satu kelas , dikelas Malvin tidak pernah menyapa Agha , malah sering mengolok-olok dan mengerjainya. Suatu saat itu Agha sedang membaca buku di perpustakaan sekolah , lalu datanglah Malvin , Dion , dan Jeffry yang dijuluki trio jail di sekolah , di perpustakaan mereka mengejek Agha “Hai anak kampung , jangan cari sensasi deh , pake baca buku segala.” Ejek Malvin. “Sok pintar banget.” Sahut Dion dengan suara keras. “Ingat dong , kamu itu anak kampung , miskin lagi , jadi jangan harap cewek di sekolah ini mau sama kamu.” Sambung Jeffry. Agha hanya diam dan pura-pura tidak mendengar , Agha sama sekali tidak pernah memendam dendam pada tiga anak itu. Lalu datanglah Nabilah , cewek primadona di sekolah itu yang sekaligus dikagumi oleh Malvin. Nabilah datang untuk menguatkan hati Agha dan menghibur Agha. “Agha , jangan dengarkan perkataan mereka , mereka hanya iri pada kamu.” Hibur Nabilah. “Terima kasih Nabilah.” Jawab Agha. Malvin semakin jengkel ketika dia melihat Nabilah mendekati Agha , lalu Malvin berteriak “Hai anak miskin , sejak kapan kamu pelet Nabilah sehingga dia mau berteman denganmu?”. Lalu Nabilah berkata pada Agha “Jangan hiraukan perkataannya , aku ikhlas kok berteman dengan-mu.”. Agha hanya tersenyum puas.
            Bel tanda pulang sudah berbunyi , murid-murid pulang dengan tertib. Agha pulang dengan berjalan kaki karena Agha tidak mempunyai uang untuk  naik angkutan umum , bebeda dengan Malvin , Malvin pulang dijemput oleh mobil pribadi dan sopir pribadinya , suatu waktu Malvin meminta sopirnya untuk menabrak Agha dari belakang , awalnya si sopir tidak mau karena takut dipenjara , tetapi Malvin mengancam jika tidak menuruti , si sopir akan dipecat. Dengan terpaksa si sopir akhirnya menuruti keinginan tuan mudanya. Agha ditabrak dari belakang dengan kecepatan tinggi , Agha jatuh tersungkur hingga jatuh ke jurang , lukanya parah , berlumuran darah , dan pingsan. Tak seorangpun mengetahui kejadian itu , sehingga tidak ada yang menolong. Sedangkan yang menabrak melarikan diri tanpa ada rasa bersalah. Tetapi ada kakek tua mengetahui kejadian tersebut lalu si kakek bergegas menyelamatkan nyawa Agha. Beruntung si Kakek masih sempat menyelamatkan Agha , lalu Kakek membawa Agha ke gubuk tua di tengah hutan tempat tinggal Kakek itu. Kakek merawat Agha dan memberi obat alami , dan membiarkan Agha istirahat di kasur tua Kakek , sedangkan kakek berjaga agar tidak diserang oleh binatang buas. Tengah malam , orang tua Agha sangat khawatir dan panik dengan keadaan Agha yang tidak pulang-pulang sejak berangkat sekolah , Ibu takut jika terjadi apa-apa pada Agha , mereka sudah menghampiri rumah teman-teman Agha dan sudah menelepon ke sekolah tetapi tidak ada kabar tentang Agha. Nabilah dan teman-teman yang lain membatu untuk mencari Agha , terkecuali Malvin , Dion , dan Jefrry. Sehigga ayah Agha curiga dengan Malvin , karena Ayah Agha tau kalau Malvin sangat benci pada Agha. “Bu , gimana kalau kita kerumah Malvin , siapa tahu kalau Malvin menculik Agha” Ajak Ayah. “Kita jangan suudzon dulu , tidak baik menuduh orang sembarangan.”Sahut Ibu. Waktu sudah menjelang subuh , mereka pasrah , mereka menghentikan pencarian dan pulang kerumah masing- masing.
            Pagi hari , Agha belum sadarkan diri , si kakek mencari bahan makanan dihutan untuk dimakan bersama Agha. Beruntung Kakek mendapatkan  banyak bahan makanan dan cukup untuk dimakan berdua bersama Agha. Sepulang ke rumah Kakek melihat Agha terbangun dari tidurnya. “Aku dimana?” tanya Agha. “Kamu sekarang berada di rumah kakek , kemarin kamu mengalami kecelakaan dan kakek merawatmu disini” Jawab kakek. “Siapa namamu nak?” tanya kakek. “Namaku Agha kek” Jawab Agha. Lalu si Kakek mengajak Agha untuk sarapan , dan selesai sarapan kakek akan mengantar Agha pulang kerumah. “Dimana kamu tinggal nak?” Tanya kakek. “Aku tinggal di desa durian kek” jawab Agha. “Mari , kakek antar kamu pulang” Ajak kakek. “Tidak usah repot-repot kek , terima kasih banyak telah merawatku , dan saya bisa pulang sendiri sekarang kek” sahut Agha. “Tapi ini ditengah hutan nak , kakek takut kalau terjadi apa-apa dengan kamu” ucap kakek.
            Akhirnya si Kakek mengantar Agha pulang ke rumah , di perjalanan Agha bertanya-tanya sedikit tentang kakek. “Istri dan anak Kakek dimana?” Tanya Agha. “Istri dan anak kakek sudah meninggal dunia karena diserang oleh harimau” kakek menjawab dengan raut muka sedih. “Mungkin saat ini anakku setara dengan umurmu nak” ucap kakek. “Kalau boleh tahu kenapa mereka bisa diserang harimau kek?” Tanya Agha penasaran. “Itu karena kelalaian kakek membiarkan mereka dirumah sendirian , sedangkan kakek enak-enakkan mencari kayu bakar dihutan , lalu harimau masuk kerumah kakek tanpa diduga , pada saat itu anak kakek masih bayi berumur 5 bulan jadi mereka berdua tidak berdaya melawan harimau kelaparan itu” jawab kakek sambil mengingat masa lalunya.
            Tanpa sadar mereka sudah sampai dirumah Agha. “Itu kek rumahku yang bercat hijau” ucap Agha. Lalu Agha berlari kerumah dan memeluk orangtuanya. “Kamu kemana saja nak? , kami sudah berusaha mencarimu” tanya ibu. “Ceritanya panjang bu , nanti aku ceritakan , yang penting kita harus berterima kasih pada kakek dulu bu” ucap Agha. “Kakek siapa nak?” tanya Ayah. Lalu Agha menoleh kebelakang , belum sempat berterima kasih , si Kakek sudah menghilang. Tetapi Agha tahu alamat rumah Kakek , Setiap pulang sekolah Agha dan Nabilah selalu mampir kerumah Kakek dan tak jarang ibu membuatkan makanan untuk Kakek.
            Dua bulan kedepan sekolah mengadakan lomba cerdas cermat , Agha dan Nabilah mengikut sertakan diri untuk mengikuti lomba tersebut , mereka mengajak  Rizal untuk menjadi tim mereka , tim mereka sangat cocok dan bisa dibilang hampir sempurna karena Agha handal dalam pelajaran matematika , Nabilah pintar dalam pelajaran bahasa , sedangkan Rizal pandai dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan atau PKN. Tapi mereka tidak bisa meremehkan lawan mereka , karena lawan mereka juga termasuk pintar. Lawan mereka adalah Malvin dan dua orang temannya Dion , dan Jeffry. Meskipun mereka jail tapi mereka bisa dibilang pandai karena Jeffry pandai dalam pelajaran seni budaya , Dion mengerti semua pelajaran sejarah , sedangkan Malvin sendiri handal dalam pelajaran ilmu pengetahuan.
            Agha tidak bisa santai-santai , dia harus terus belajar , dia tidak mempunyai waktu bermain , apalagi main di rumah kakek. Agha , Nabilah , dan Rizal selalu belajar dan berlatih bersama. Hingga acara lomba dimulai.
            Lomba dimulai , kedua tim sudah siap dan matang untuk mengikuti lomba. Perlawanan sangat sengit , pertanyaan demi pertanyaan dilanturkan , dan mereka harus berebut menjawab pertanyaan tersebut. Skor mereka sama , tim Agha mendapat point 200 dan tim Malvin juga mendapat point 200. Terpaksa panitia harus mengeluarkan pertanyaan terakhir , pertanyaan ini adalah pertanyaan penentuan menang atau kalahnya salah satu tim. Pertanyaan ini adalah pertanyaan matematika yang berhubungan dengan huruf aljabar , akhirnya pertanyaan sudah dikeluarkan dan Agha bergegas menghitung dan mencoret-coret kertas buramnya untuk menentukan jawabannya. Tidak banyak tanya Agha langsung menekan bel dan cepat-cepat menjawab. Ternyata jawaban Agha benar dan tim Agha menang dengan point 210 , selisih tipis dengan tim Malvin yang memperoleh point 200. Akhirnya mereka mendapat medali , piala , dan sertifikat kemenangan. Tetapi tim Malvin tidak sportif , mereka tidak memberi selamat pada tim Agha malah langsung meninggalkan ruangan. Tetapi tim Agha dengan besar hati memaafkan mereka.
            Sudah tiga bulan mereka tidak kerumah kakek , mereka berniat memberi kejutan pada kakek dengan kemenangan mereka dalam lomba cerdas cermat sekolah. Mereka sudah sampai dirumah kakek. Kebahagiaan mereka seakan langsung buyar setelah mereka membuka pintu rumah kakek , mereka melihat kakek tertidur kaku , suhu badan kakek dingin , seluruh wajah kakek terlihat pucat , dan kakek sudah tidak menghembuskan nafasnya lagi. “Innalillahi wa inna ilaihi roziun” ucap Agha , Nabilah , dan Rizal serentak sambil menangis , seakan tidak rela melepas kepergian seorang kakek tua yang baik dan sabar itu. Mereka mengumpulkan dana untuk pemakaman jenazah kakek.
            Tapi mereka masih sangat sayang pada kakek itu. Setiap hari mereka membersihkan dan merapikan rumah kakek yang berdebu dan lusuh itu. Di waktu yang sama Malvin , Dion , dan Jeffry sedang mencari serangga di hutan dekat dengan rumah kakek. Tidak diduga mereka diperhatikan oleh seekor harimau , dan harimau itu mulai menyerang tiga anak itu , mereka berteriak minta tolong. Agha yang mendengar kejadian itu bergegas menyelamatkan tiga anak itu , yang awalnya Agha adalah anak yang penakut , menjadi gagah berani seakan jiwa kakek itu merasuk kedalam tubuh Agha.
            Agha langsung bergegas mengambil bambu yang sangat runcing , dan langsung menancapkan ke perut harimau itu sampai tembus kesamping. Harimau itu mati tak berdaya. Dion dan Jeffry berterima kasih pada Agha sekaligus ingin meminta maaf atas perbuatannya selama ini. Kecuali Malvin , Malvin malah marah-marah kepada Agha. “Kenapa kamu ikut campur urusan kami , seharusnya aku tadi bisa membunuh harimau itu dan menyelamatkan nyawa Dion dan Jeffry!” , “Tapi kenapa kamu tadi berteriak sambil menangis seperti anak kecil” Sahut Jeffry. “Bodoh , itu tadi untuk memancing harimau itu” Ucap Malvin. “Sudahlah , kamu banyak alasan , kami tidak mau main lagi sama kamu , untung ada Agha yang menyelamatkan nyawa kami.” Potong Dion. Akhirnya Malvin pergi dengan rasa malu , marah , jengkel , dan benci bercampur jadi satu. “Seharusnya kalian tidak boleh begitu pada teman kalian sendiri”ucap Agha. “Biarkan saja , siapa suruh dia sombong”jawab Dion dan Jeffry serentak. Akhirnya mereka berteman baik dengan Agha.
            Sepuluh tahun kemudian , mereka sudah beranjak dewasa , mereka sudah mendapat pekerjaan masing-masing Agha menjadi sukses karena Agha menjadi bendahara keuangan Republik Indonesia , Rizal menjadi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) , Nabilah menjadi pengacara terhormat , Dion menjadi sejarahwan terkenal , Jeffry menjadi perupa atau seniman besar Indonesia. Tetapi yang paling menyedihkan adalah Malvin yang cita-citanya sebagai dokter tapi tidak kesampaian karena orangtuanya bangkrut dan akhirnya meninggal karena stress berat , Malvin yang dulunya manja dan tidak mandiri akhirnya tidak memiliki pengalaman dan sekarang menjadi pemulung jalanan.
            Agha berjodoh dengan Nabilah dan mereka sudah sukses karena usahanya sendiri dan memiliki rumah mewah dan besar , padahal awalnya Agha adalah anak dari orang yang kurang mampu , sekarang Agha dapat membahagiakan orangtuanya , dan orangtua Agha dapat menghabiskan waktu-waktu tuanya di rumah Agha yang nyaman.
            Malvin semakin iri melihat kejadian itu apalagi gadis yang disukainya dulu menjadi istri orang yang paling dibencinya yaitu Agha. Waktu Agha akan berangkat kerja , dia melihat seseorang didepan rumahnya. “Kelihatanya aku kenal dengan orang itu” ucap Agha pada Istrinya. “Bukanya itu Malvin , teman kita SMP dulu”jawab Nabilah. “tidak mungkin , dia kan anak orang kaya”jawab Agha tidak percaya. “Coba kita dekati” ajak Nabillah. Ternyata benar orang itu adalah Malvin. Malvin menceritakan semua kejadiannya dan sekaligus meminta maaf kepada Agha. Agha mengajak Malvin untuk tinggal bersama dirumahnya dan sekaligus mendanai Malvin untuk belajar di pendidikan kedokteran demi cita-citanya. Malvin sangat bahagia dan sangat berterima kasih pada Agha dan Nabillah. Kebaikannya mengingatkan Agha dengan sosok Kakek yang pernah menolongnya dulu. Agha menganggap arwah Kakek itu masuk dalam jiwa dan nurani Agha.

Minggu, 18 Maret 2012

Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!

Banyak orang yang suka mengeluh dalam
hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan
nasib buruk yang menimpanya.

Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan
kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?

Ada pepatah bijak mengatakan :

    "You can not chance the wind direction,
       but you can only chance your wing
       direction"


Kita  tidak akan pernah bisa merubah
arah angin, yang dapat kita lakukan
adalah mengubah arah sayap.

Dengan kata lain...

'Realita' kehidupan tidak akan berubah
kecuali kita sendirilah yang mengubah
'sudut pandang' terhadap realita yang ada!

    Fakta: "Tidak ada seorang pun yang
     memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah
     yang menentukan pilihan tersebut!"

Kebanyakan orang akan tertarik sejenak
ketika diingatkan akan hal di atas, tapi
kemudian berlalu kembali.... Sementara
waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak
pernah ada perubahan dalam hidupnya!

Sangat disayangkan.

Seringkali orang tidak berani melakukan
perubahan dalam hidupnya. Dia hanya
menunggu, dan menunggu adanya
perubahan tersebut.

Menunggu bantuan orang lain, menunggu
bantuan teman untuk mendapatkan
pekerjaan yang enak, sampai menunggu
warisan ;-)

Sekarang logikanya, jika memang hanya
dengan menunggu perubahan itu akan
datang, maka jumlah orang sukses
seharusnya jauh lebih banyak.

Bukankah kenyatannya tidak demikian?

Lalu, jika ingin sukses, apa yang
seharusnya kita lakukan?

Ciptakan perubahan!

Jangan selalu menunggu orang lain.

Berikut beberapa tips yang bisa membantu
kita untuk menciptakan perubahan:

1. Do your best, whatever happens
    will be for the best!


    Lakukan dan selesaikan semua tugas
    dan pekerjaan semaksimal mungkin,
    bukan hanya terus menunggu dan
    berharap.

    Lakukan semuanya dengan tujuan
    untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*
    yang bisa anda capai!

 2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.

    Dengan banyak mengenal orang,
    maka pengetahuan kita akan semakin
    bertambah.

    Seseorang yang kelihatannya sederhana
    bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu
    yang tidak kita duga!

    Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika
    kita menjadikan 'setiap orang adalah guru'
    dan kehidupan ini adalah universitasnya.

3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.

    Sikap ini sangat diperlukan jika ingin
    mendapatkan kesempatan yang lebih
    luas dan cepat dalam berbagai macam hal!

4. Bersikaplah Fleksibel.

    Cobalah untuk memahami suatu hal
    dari berbagai sudut pandang. Jangan
    terpaku pada satu cara, yang bisa jadi
    tidak lagi relevan kita gunakan.

    Dengan bersikap fleksibel, wawasan
    kita akan semakin bertambah.

Satu hal penting yang harus selalu diingat:
Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
Kita-lah yang menentukan menjadi sukses,
bukan orang lain!

Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil,
maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.
Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan
kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...

Bukankah anda tidak berharap demikian?
Jika memang tidak, tentukan perubahan...
MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^
By : Anne Ahira

Seni Mendengar

"Teman... Mendengarlah dengan sabar, maka
kita akan menemukan banyak hikmah dari
yang disampaikan orang lain kepada kita".


 Banyak orang bisa 'berkata', namun
sedikit yang mau 'mendengar'.

Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.

Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.

Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.

Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.

Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.

Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh Maulana dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
    Ini menunjukkan kepada lawan bicara
    tentang keterbukaan dan kesungguhan
    kita
2. Condongkan tubuh ke depan.
    Ini menunjukkan ketertarikan kita
    pada topik pembicaraan. Cara ini
    juga akan mengingatkan kita untuk
    memiliki sudat pandang yang lain,
    yaitu tidak hanya fokus pada diri
    kita.
3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
    butuh klarifikasi atau ada informasi
    baru yang perlu kita selidiki dari
    lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang
    menarik. Hal ini bisa membuat
    percakapan lebih hidup dan tidak
    monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata
    yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
    Ini menunjukkan bahwa kita memang
    mendengarkan dengan baik hingga hapal
    beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami
    apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
    suka atau marah. Dari sini kita akan
    mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
    lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
    dengan nilai yang kita terapkan.


Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan. Kesimpulan: Jadilah pendengar yang
baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran
yang positif
, dan merupakan salah satu
tangga anda untuk mencapai kesuksesan! :-)
By: Anne Ahira

Kamis, 15 Maret 2012

Kritik Anda adalah Kue Anda

"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak
bisa menerima kritikan."

                   -- Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan
Halle Berry, artis peraih Oscar melalui
film James Bond 'Die Another Day' di
tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie
Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang
diberikan kepada mereka yang dinilai
aktingnya buruk. Label pemain terburuk
ini didapatkan Halle setelah memainkan
perannya di film 'Cat Woman'.

Ia adalah orang yang pertama kali
langsung datang ke tempat pemberian
penghargaan tersebut.

Tidak ada Aktor dan Artis lain
sebelumnya yang sanggup datang dan
hanya menyampaikan pesannya melalui
video.

Sambutannya sungguh menarik :"Saya
menerima penghargaan ini dengan tulus.
Saya menganggap ini sebagai kritik
bagi saya untuk tampil lebih baik di
film-film saya berikutnya. Saya masih
ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu
tidak berhak dipuji kalau kamu tidak
bisa menerima kritikan'."


Tepukan tangan sambil berdiri sebagai
bentuk ketakjuban dari para hadirin
sangat memeriahkan malam itu. Ya,
sangat sedikit orang yang sanggup
menerima kritikan seperti Halle.


Nah, sekarang, apa arti kritik bagi
anda? Apakah itu musibah buruk?
Seperti bencana yang tidak terduga,
atau... simbol kehancuran diri? Adakah
yang bisa menganggap kritik layaknya ia
menerima pujian?

 Kritik memiliki banyak bentuk...

Kritik bisa berupa nasehat, obrolan,
sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.
Wajar saja jika setiap orang tidak suka
akan kritik.

Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan
jika kita berlaku dan tampil sempurna,
memuaskan semua orang dan mendapatkan
pujian.

Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa
kita bisa aman dari kritik? Tokh kita
hanyalah manusia dengan segala
keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia
ini lebih banyak orang yang suka
mengkritik, daripada dikritik. :-)

Kalau anda suka sepak bola, pasti
sering mengamati para komentator dalam
mengeluarkan pernyataan pedasnya.

 Padahal belum tentu kepandaian mereka
dalam mengkritik orang lain sebanding
dengan kemampuannya jika disuruh
memainkan bola sendiri di lapangan. :-)

Belum lagi para pakar dan pengamat
politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka
ramai-ramai berkomentar kepada publik,
seolah pernyataan merekalah yang paling
benar. :-)

Namun bukan itu permasalahannya!

 Pertanyaannya sekarang adalah...
seandainya anda mendapatkan kritikan,
yang sakitnya melebihi tamparan, apa
yang harus anda lakukan?


Jawabannya adalah...

=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya
      kue kegemaran kita!

Mungkinkah? Mengapa tidak! :-)

Kita mempunyai wewenang penuh untuk
mengontrol perasaan kita.
Berikut tips untuk anda saat menghadapi
kritik:

 1. Ubah Paradigma anda Terhadap Kritik
Anda, tidak sedikit orang yang jatuh
hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita.

 Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai
survey untuk mengetahui kelemahannya.

Bayangkan jika anda harus melakukan
hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan
anda! LoL. :-)

 Kritik merupakan kesempatan untuk
koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara
langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti
dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil
kritik yang disampaikan. Anda bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri anda. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.

 Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada anda. Tokoh anda tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.

Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
anda.

 3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. Anda
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.

Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan anda kelak.

Jangan pernahanda balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya...

 4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian anda untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue anda.

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.

So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada! :-)
By: Anne Ahira

Kamis, 01 Maret 2012

Dimana Letak Bahagia Anda?

"Tempat untuk berbahagia itu ada di
sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.
Cara untuk berbahagia ialah dengan
membuat orang lain berbahagia"
                      -- Robert G. Ingersoll
Apakah anda saat ini merasa bahagia?
Di mana letak kebahagiaan anda sesungguhnya? Apakah pada moleknya
tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan
harta?
....atau barangkali punya mobil mewah &
tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah anda dapatkan,
apakah anda bisa memastikan bahwa
anda *akan* bahagia?

Hari ini saya akan mengajak anda untuk
melihat, kalau limpahan harta tidak
selalu mengantarkan pada kebahagiaan

Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki
nasib kurang menyenangkan di akhir
hidupnya. Tahun 1923, para miliuner
berkumpul di Hotel Edge Water Beach
di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu,
mereka adalah kumpulan orang-orang yang
sangat sukses di zamannya.

Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25
tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya
satu persatu :
=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel,
      perusahaan besi baja ternama waktu itu.
      Dia mengalami kebangkrutan total,
      hingga harus berhutang untuk membiayai
      5 tahun hidupnya sebelum meninggal.
=> Richard Whitney, President New York
      Stock Exchange. Pria ini harus
      menghabiskan sisa hidupnya dipenjara
      Sing Sing.
=> Jesse Livermore (raja saham "The
      Great Bear" di Wall Street), Ivar
      Krueger (CEO perusahaan hak cipta),
      Leon Fraser (Chairman of Bank of
      International Settlement), ketiganya
      memilih mati bunuh diri.
=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas
      terbesar di Amerika Utara. Hupson
      sakit jiwa dan meninggal di rumah
      sakit jiwa.
=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung
      terbesar di dunia, meninggal di
      negeri orang lain.
=> Albert Fall, anggota kabinet
      presiden Amerika Serikat, meninggal
      di rumahnya ketika baru saja keluar
      dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa
kekayaan yang melimpah bukan jaminan
akhir kehidupan yang bahagia!

Kebahagiaan memang menjadi faktor yang
begitu didambakan bagi semua orang.

Hampir segala tujuan muaranya ada pada
kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa
merasakan *hidup* jika sudah menemukan
kebahagiaan.

Pertanyaannya, di mana kita bisa
mencari kebahagiaan?

Apakah di pusat pertokoan? Salon
kecantikan yg mahal? Restoran mewah?
Di Hawaii? di Paris? atau di mana?

Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu
dicari kemana-mana... karena ia ada
di hati setiap manusia.
Carilah kebahagiaan dalam hatimu!
Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...


Hari ini saya akan berbagi tips
bagaimana kita sesungguhnya bisa
mendapatkan kebahagiaan*setiap hari*.
Berikut adalah tips yang bisa anda
lakukan:
1. Mulailah Berbagi!
    Ciptakan suasana bahagia dengan cara
    berbagi dengan orang lain. Dengan cara
    berbagi akan menjadikan hidup kita
    terasa lebih berarti.
2. Bebaskan hati dari rasa benci,
    bebaskan pikiran dari segala
    kekhawatiran.

    Menyimpan rasa benci, marah atau dengki
    hanya akan membuat hati merasa tidak
    nyaman dan tersiksa.
3. Murahlah dalam memaafkan!
    Jika ada orang yang menyakiti, jangan
    balik memaki-maki. Mendingan berteriak
    "Hey! Kamu sudah saya maafkan!!".

    Dengan memiliki sikap demikian, hati
    kita akan menjadi lebih tenang, dan
    amarah kita bisa hilang. Tidak percaya?
    Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)
4. Lakukan sesuatu yang bermakna.
    Hidup di dunia ini hanya sementara.
    Lebih baik anda gunakan setiap waktu
    dan kesempatan yang ada untuk melakukan
    hal-hal yang bermakna, untuk diri
    sendiri, keluarga, dan orang lain.

    Dengan cara seperti ini maka
    kebahagiaan anda akan bertambah dan
    terus bertambah.
5. Dan yang terakhir, anda jangan
    terlalu banyak berharap pada orang
    lain
, nanti anda akan kecewa!
Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung
jawab masing-masing, bukan tanggung
jawab teman, keluarga, kekasih, atau
orang lain.

Lebih baik kita perbanyak harap hanya
kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.

Karena Dia-lah yang menciptakan kita,
dan Dia-lah yang menciptakan segala
'rasa', termasuk rasa bahagia yang
selalu anda inginkan. ^_^
By: Anne Ahira

Kamis, 09 Februari 2012

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah anda termasuk yang demikian? :)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Maulana pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :) dan lain
sebagainya..!


Satu hal yang perlu anda ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
    yang sangat anda sukai, misalnya dengan membaca,
    menulis, olahraga, menyanyi? :) Apapun kesukaan
    anda. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
    menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
    impian anda dan belum sempat dilakukan. anda bisa
    membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
    dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

    Percaya, cara ini akan menyadarkan anda akan
    sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
    Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
    menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
    keinginan yang ingin anda wujudkan selagi masih
    hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
    'keinginan gila' saat anda masih kecil? Atau mimpi-
    mimpi lain yang belum terlaksanakan?

    Saat itu anda akan sadar, ternyata banyak sekali
    hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
    *utama* dan yang pertama yang harus anda lakukan...
    Mendekatlah kepada Yang Maha Menciptakan diri anda.
    Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
    keberadaan anda di dunia.

Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
    kokoh kemampuan anda mengarungi kehidupan,
    dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan anda terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Maulana putus asa.

Kalau anda mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa anda
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika anda mau terbuka, dalam kesendirian anda bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian anda bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang anda miliki.

Dalam kesendirian pula anda bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali anda temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada anda.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini anda sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
anda harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan anda dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :)
By : Anne Ahira

http://www.AsianBrainNewsletter.com

Sabtu, 04 Februari 2012

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi atau Maulud adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, dimana di Negara Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad di ambil dari bahasa bahasa Arab yang artinya hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Seperti yang tercatat wikipedia; sejarah awal mula perayaan maulud nabi Muhammad SAW diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuan Maulud Nabi adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya. Untuk lebih lanjut mempelajari sejarah awal mula maulid nabi, seperti biasa awalmula.com berbagi informasi yang dirangkum dari berbagai sumber untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang sejarah lahirnya nabi Muhammad SAW.
Sejarah Awal Mula Maulid Nabi
Pertama kali yang mengada-adakan hari-hari raya dan perayaan-perayaan secara umumnya Maulid-maulid secara khususnya adalah Ubaidiyyun, sebagaimana disebutkan oleh Al Maqrizi dalam kitabnya “ Al-Mawa’idz Wal I’tibar Bidzikril Khuthath Wal Aatsar “ secara nasnya:
(dahulu para khalifah Bani Fathimiyyun sepanjang tahunnya memiliki hari-hari raya dan musim-musim yaitu: musim permulaan tahun, hari Asyura, dan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan mauled Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, dan mauled Hasan dan Husin radhiallahu anhuma, dan mauled Fathimah Az-Zahra radhiallahu anha, dan maulid khalifah Al hadhir, malam pertama Rajab, malam pertengahan Rajab, malam pertama Sya’ban, malam pertengahan Sya’ban, musim malam Ramadhan, awal Ramadhan, Pertengahan Ramadhan, akhir Ramadhan …)
Dan Al-Maqrizi menyebutkan sebagian yang dilakukan pada perayaan-perayaan dan hari-hari raya khususnya enam maulid. Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’ie Mantan Mufti Mesir menyebutkan dalam kitabnya: (Ahsanul Kalam Fiima Yata’allaqu bissunnah wal bid’ah minal Ahkam ): bahwa pertama kali yang mengada-adakan enam perayaan maulid tersebut yakni: Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam, maulid Ali, Fathimah, Hasan, Husain radhiallahu anhum, dan maulid Khalifah Al-Hadzir yaitu Al-Mu’izzu Lidinillah dan itu pada tahun 362 H. dan bahwa perayaan-perayaan ini berlangsung hingga dibatalkan oleh Al-Afdzal bin Amirul Jaisy setelah itu.
Siapakah Bani Ubaidiyyun ?
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam kitabnya “ Al-Bidayah Wannihayah”:
(Raja Bani Fathimiyyun telah berkuasa selama 280 tahun. Yang pertama berkuasa adalah Al-Mahdi yang merupakan orang yahudi, lalu masuk kenegeri Maroko dan menggunakan nama Ubaidillah, dan mengaku sebagai keturunan ‘Alawi Fathimiy, dan mengatakan tentang dirinya: bahwa dia Al-Mahdi, yang mana dakwaan pendusta ini didukung oleh orang-orang yang jahil, sehingga mereka memiliki Negara dan kekuatan, dan mendirikan sebuah kota yang diberi nama Al-Mahdiyah dinisbatkan kepadanya, dan dia menjadi raja yang ditaati.
Kemudian diteruskan oleh anaknya Al-Qoim Muhammad, kemudian anaknya Al-Manshur Ismail, kemudian anaknya Al-Mu’izzu Ma’din, dialah pertama dari mereka yang memasuki negeri Mesir, dan dibangun untuknya Kairo Al-Mu’izziyah dan istana-istana kemudian anaknya Al-Aziz Nazzar, kemudian anaknya Al-hakim Manshur, kemudian anaknya Ath-Thahir Ali, kemudian anaknya Al-Mushtansir Ma’din, kemudian anaknya Al-Musta’li Ahmad, kemudian anaknya Al-Amir Manshur, kemudian anak pamannya Al-Hafidz Abdul Majid, kemudian anaknya Adh-Dhafir Ismail, kemudian Al-Faiz Isa, kemudian anak pamannya Al-‘Adzid Abdullah, yang terakhir dari mereka, yang seluruhnya 14 raja selama 280 tahunan.
Dahulu Bani Fathimiyyun merupakan khalifah yang terkaya, terkejam dan paling dholim, yang paling bejat sejarahnya, muncul dimasa mereka kebid’ahan dan kemungkaran, dan banyak pelaku kerusakan sedikit disisi mereka orang-orang shalih dari para ulama dan ahli ibadah, dan banyak tersebar dinegeri syam agama Kristen, Durruziyah, dan Hasyisyiyah..).
Inilah sekilas dari sejarah mereka supaya mereka yang menghidupkan perayaan Maulid dan lainnya siapakah tauladan mereka dalam perkara ini sehingga mereka mengikuti petunjuk dan menyerupai mereka. Sehingga tidak masuk akal apabila para salafush sholih tidak mengenal hal ini lalu mereka mengikuti para Ubaidiyyun yang sesat !!
Sultan Irbil dan perayaan Maulid:
Dahulu di Mosul ada ahli zuhud yaitu Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla (dahulu dia memiliki satu ruangan yang selalu didatanginya, dan setiap tahunnya dibulan Maulid ada undangan yang didatangi oleh para raja, pemerintah, para ulama, menteri dan mereka merayakan hal itu)
Abu Syamah berkata dalam kitabnya: “ Al-Ba’its ‘alaa inkaril Bida’I wal hawadits” ketika membahas tentang maulid nabi: (pertama kali yang melakukannya di Mosul Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla seorang yang shalih yang masyhur yang diikuti kemudian oleh Sultan Irbil dan yang lain semoga Allah merahmati mereka).
Dan Sultan Irbil disini adalah Al-Mudzaffar Abu Sa’id Kukburi bin Zaidud diin Ali bin Tabaktakin Sultan Irbil yang wafat tahun (630 H) yang paling terkenal dalam merayakan Maulid Nabi secara berlebihan setelah Ubaidiyyun, dimana dia merayakannya dengan mewah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam sejarahnya, beliau berkata: (berkata As Sabth: telah dihikayatkan oleh sebagian yang menghadiri perayaan Mudzaffar dalam maulid dimana dia menyajikan 5000 kepala bakar, 10000 ayam, dan 100000 susu kering, dan 30000 piring kue manis… dia berkata: diantara yang menghadirinya dalam pesta maulid para ulama, ahli sufi, dan memperdengarkan nyanyian sufi dari dhuhur hingga subuh dan dia ikut menari bersama mereka…).
Dari sini menjadi jelas bahwa perayaan maulid dan semacamnya termasuk kebid’ahan Ubaidiyyun, kemudian diikuti oleh para ahli zuhud dan raja, dan ikuti oleh orang awwam, sebagaimana kita tahu bahwa ini bertentangan dengan nas-nas syarie dan amalan para salafush shalih yang mulia.
Walaupun sebagaimana dikatakan bahwa peringatan ini diperbolehkan oleh sebagian ulama seperti Imam Subki, Suyuthi, atau Ibnu Hajar dan pernah dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, meskipun kita menghargai jasa para ulama besar tersebut bagi kejayaan islam dan kaum muslimin, namun ketika hal itu bertentangan dengan syariat, maka kita lebih mendahulukan kecintaan kepada Allah dan RasulNya shallallahu alaihi wasallam, apalagi diantara ulama yang sekaliber merekapun ada yang menolaknya, jadi kita menolak perayaan ini bukan dengan pendapat kita sendiri.
Seandainya hal tersebut adalah baik, maka pastilah para salafus sholih sudah melaksanakannya, karena mereka ada suri tauladan terbaik dalam kesungguhan melaksanakan ajaran yang baik karena Allah Ta’alaa berfirman yang artinya:
“Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau Sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului Kami (beriman) kepadanya”. [ Al-Ahqaf: 11].
Ibnu Katsir dalam menafisrkan ayat ini berkata: adapun Ahli Sunah Wal Jamaah mereka mengatakan tentang setiap perbuatan atau perkataan yang tidak penah dipastikan dari para sahabat: adalah bid’ah karena seandainya hal itu baik tentulah mereka telah mendahului kita dalam hal itu mereka tidak pernah meninggalkan satu perbuatan baik pun kecuali mereka segera mengamalkannya. Tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 278.

Kamis, 29 Desember 2011

Mengenal Kebesaran ALLAH

Mengenal kebesaran Allah dalam rangka untuk mengatasi kenakalan remaja merupakan cara efektif. ketika seseorang dapat mengetahui kebesaran Allah, maka dalam dirinya akan muncul kecintaan terhadap Allah, sehingga apa yang menjadi perintahNya akan dilakukan dan yang menjadi laranganNya akan dijauhi.
Namun untuk mengenal kebesaran Allah syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah meyakini adanya tuhan dan memahami keberadaanya. Dengan mengetahui dan meyakini adanya tuhan makakita akan dengan mudah memahami akan kebesarannya. Kenyataannya dilapangan banyak sekali pandangan para ilmuwan yang mewujudkan tentang keberadaan tuhan. Tidak jarang kesimpulan dari pandangan ilmuwan tersebut mendeskripsikan tentang adanya tuhan. Dan ironisnya pandangan ilmuwan tersebut banyak dikonsumsi oleh generasi-generasi muslim.
Jika hal ini tidak dijawab atau tidak diselesaikan, maka generasi muslim lambat laun akan jauh dari nilai-nilai ketuhanan karena secara tidak sadar  mereka mulai menerima argumen-argumen ilmuwan yang menyimpang tersebut. Jika para generasi muslim jauh dari nilai-nilai ketuhanan, maka bagaimana mereka dapat memahami kebesaran tuhan??
Selain itu jika generasi muslim dapat menjawab  pandangan ilmuwan tersebut, maka akan muncul keimanan yang semakin kuat karena dilandasi oleh ilmu pengetahuan yang kuat. Hal ini akan berefek pada kecintaan tuhan yang semakin tinggi.
Dari uraian diatas, maka kita harus untuk menjawab ilmu pengetahuan yang secara tidak langsung mendeskriditkan tentang keberadaan tuhan.

PANDANGAN ILMUWAN TENTANG ALLAH.

PANDANGAN SIGMUND FREUD.
Agama merupakan hasil  produksi alam bawah sadar manusia, dan bukanlah merupakan hal yang mempunyai wujud dalam alam nyata. Tuhan itu tidaklah ada, dan hanya merupakan pantulan pribadi manusia pada layar alam. Alam akhirat itu tidak ada karena hanyalah gambaran idealis dari keinginan manusia. Sedang wahyu dan ilham hanya merupakan penjelmaan yang luar biasa dari repressi anak-anak yang tertekan jiwanya.

MENJAWAB TEORI SIGMUND FREUD.
Manusia yang mengkhayalkan tuhan sesungguhnya tidak mempengaruhi ada dan tidaknya tuhan. Adanya sesuatu tidak ditentukan oleh ide dan khayal diluar dirinya. Tetapi adanya sesuatu itu ditentukan oleh hukum kausalitasnya, contohnya:
(1) Seorang penderita yang tengah sakit yang berada dipedalaman hutan, tiba-tiba ia mengkhayalkan adanya dokter atau penyembuh yang profesional yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Ketika ia mengkhayalkan seorang penyembuh apakah mesti penyembuh itu tidak ada??
(2) seorang warga gunung yang senantiasa dirundung kegelapan. Kemudian ia mengkhayalkan penerangan, apakah penerangan itu tidak ada??
Hukum Khayal atau Gagasan.Orang yang mengkhayalkan segala sesuatu menjadi keharusan bahwa apa yang dikhayalkan itu pernah dilihat atau didengarnya. Tidak mungkin gambaran khayal seseorang lahir tanpa melewati pendengaran atau penglihatan barunya. Khayal pada diri manusia hanya bersiat kreatif dan variatif dari pengkhayalnya.
Begitu juga adanya ide tuhan dalam diri manusia, ide itu tidak mungkin tumbuh tanpa penglihatan dan pendengaran (menurut teori diatas). Sesungguhnya adanya tuhan telah ditangkap oleh penglihatan dan pendengaran perasaan. Perasaan pada diri manusia berfungsi untuk menangkap sesuatu yang tidak dapat ditangkap oleh indra misalnya adanya kerinduan dan kasih sayang. Jadi ide manusia akan adanya tuhan membuktikan adanya tuhan secara mutlak.

Kamis, 22 Desember 2011

Membandingkan Muhamad dengan Nabi-Nabi Sebelumnya

Hanya beberapa tahun yang lalu, tidak biasanya kita menemui orang muslim di Amerika kecuali dalam lingkungan pendidikan. Kini, makin banyak orang muslim yang datang kemari untuk pendidikan, bisnis, dan dakwah (penyebaran agama). Dengan bertumbuhnya agama Islam di Amerika, maka perlu kiranya bagi umat Kristen untuk mengetahui hal-hal dasar mengenai Islam sebagai agama dan para Muslim sebagai pemeluknya. Untuk tujuan ini, kita akan mempelajari Muhamad, pendiri agama Islam yang lahir kira-kira tahun 570 sesudah Masehi di kawasan yang kini kita kenal sebagai Arab Saudi. Muhamad mengaku bahwa Jibril (Gabriel) menyuruhnya untuk berkata-kata dan mengutus Muhamad sebagai nabi Allah.

Hal pertama yang harus kita ketahui adalah pribadi Muhamad. Muhamad mengaku sebagai nabi yang memberi peringatan kepada para penyembah berhala di masanya. Selain itu, Muhamad juga mengaku bahwa ia adalah ‘nabi terakhir’ setelah Musa, Nuh, Abraham, Ismail, Daud, dan Sayidina Isa . Jika saja Muhamad tidak menyamakan dirinya dengan nabi-nabi sebelumnya, maka tidaklah sulit untuk menilai kenabian Muhamad. Namun, karena Muhamad mengaku berasal dari tradisi kenabian masa lampau, kita melihat banyak masalah bermunculan.

Pertama, para nabi di Perjanjian Lama selalu memanggil umat Israel untuk kembali kepada hukum Taurat dan Perjanjian. Ini adalah tema utama bagi para nabi. Bacalah kitab nabi manapun dalam Perjanjian Lama, Anda akan menemukan tema ini: memanggil umat yang telah sesat untuk kembali menyembah kepada Yahweh, sang Pencipta dan Penyelamat. Muhamad jelas tidak sesuai dengan panggilan ini. Ia tidak memanggil umat untuk kembali kepada hukum Taurat dan Perjanjian yang telah diberikan Tuhan sendiri, melainkan menggantinya dengan kata-katanya sendiri. Firman Tuhan yang datang sebelumnya dipandang penting hanya jika dapat dipergunakan untuk mendukung pesan Muhamad yang menurut pengakuannya tidak saling bertentangan.

Kedua, para nabi sebelum Muhamad tidak mengambil tindakan untuk menghukum umatnya. Jika kita baca kitab nabi Yeremia, nabi Yesaya, atau nabi Amos, ada nubuat bahwa Yahweh sendiri yang akan menghukum umatnya yang tidak percaya. Yeremia menyatakan bahwa Tuhan memakai kerajaan Babilonia untuk menghukum umat Israel. Yeremia tidak membentuk pasukan pribadi lalu main hakim sendiri. Anehnya, Muhamad justeru melakukan hal ini! Bertentangan dengan Muhamad, tidak ada nabi Perjanjian Lama yang menyatakan jihad. Tidak ada jihad melawan Mesir, jihad melawan Babilonia, jihad melawan Yunani, atau melawan siapapun.

Ketiga, para nabi dalam Perjanjian Lama hidup dalam kesusahan. Mereka diasingkan, dihina, dianiaya, bahkan dibunuh. Tidak ada satu pun nabi yang berusaha membela dirinya atau melawan. Kebalikannya, Muhamad tidak membiarkan dirinya diasingkan. Ia tidak mengijinkan adanya oposisi. Dan ini dilakukannya melawan pribadi maupun kelompok. Sebagai contoh, seorang Yahudi bernama Ka’b Ibn Al-Ashraf menulis sajak-sajak yang mengkritik Muhamad. Maka suatu hari Muhamad berkata, ”Siapa yang akan menyingkirkan Ka’b bagiku?” Lima pengikut, termasuk Muhamad Ibn Maslama memancing Ka’b untuk keluar rumah, kemudian mereka memenggal kepalanya. Mereka membawa kepala Ka’b kepada Muhamad sambil berteriak, “Allahu Akbar!” dan Muhamad menyetujui tindakan tersebut.[1]

Tapi yang lebih parah, adalah yang menimpa orang-orang Yahudi yang tinggal di Medinah dan kota-kota sekitarnya. Di tahun ketujuh masa kekuasaan Muhamad, sebuah kampanye dilancarkan untuk melawan orang-orang Yahudi di Khaibar. Di Medinah, Muhamad dengan keras membungkam orang-orang Yahudi yang mengkritiknya. Umat Yahudi mempertanyakan pemahaman Muhamad mengenai kitab-kitab Perjanjian Lama karena bagi mereka, pemahaman Muhamad sungguh amat dangkal. Padahal Muhamad mengatakan bahwa kitab-kitab Perjanjian Lama harus dibaca dan dihormati.[2] Kasus pertama menimpa sebuah suku Yahudi yang disebut Banu Kainuka. Seorang Yahudi menjahili seorang perempuan Arab, sehingga ia dibunuh oleh seorang Muslim. Banu Kainuka kemudian balas membunuhnya. Setelah insiden tersebut, Muhamad memerintahkan untuk menahan orang-orang Yahudi dan mereka diharuskan menyerahkan semua harta benda, kemudian mereka diizinkan mengungsi ke Siria.

Kaum laki-laki dari Banu Kainuka bernasib malang. Mereka tidak mendukung Muhamad saat ia mengepung kota Medinah. Sebagai konsekuensi, seluruh laki-laki dari suku ini dihukum mati, sedangkan para perempuan dan anak-anak dijual sebagai budak. Ada lebih dari 600 laki-laki suku Kainuka yang dibantai. Andrae menyinggung hal ini dalam komentarnya mengenai karakter Muhamad,”Seorang harus menilai kekejaman Muhamad terhadap orang Yahudi sebagai akibat dari penolakan mereka yang menimbukan kekecewaan terbesar dalam hidup Muhamad, dan pada saat itu, mereka merupakan ancaman yang dapat menghancurkan otoritas kenabian Muhamad.”[3]

Muhamad dikritik orang Yahudi dan orang Mekah karena ia tidak dapat menunjukkan mujizat-mujizat seperti nabi-nabi sebelumnya. Muhamad menunjuk Qur’an sebagai suatu mujizat. Karena Qur’an menyuruh kita untuk merujuk kepada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kita menemukan perbedaan mendalam antara kenabian Muhamad dengan yang dikatakan Kitab Suci mengenai keaslian seorang nabi. Kita lihat sebuah ayat yang sering digunakan umat Muslim untuk membuktikan kenabian Muhamad. Dalam kitab Ulangan 18:15, Musa menyatakan:

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Dari ayat ini saja, jelas-jelas dinyatakan bahwa nabi tersebut haruslah dari umat Israel sendiri! Tapi marilah kita lanjutkan ke ayat 21 dan 22:

Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.

Jika kita membaca kisah para nabi di Perjanjian Lama, mereka menubuatkan kejadian-kejadian yang akan terjadi dalam waktu dekat maupun masa yang masih jauh. Sebagai contoh, nabi Yehezkiel menyatakan bahwa Yerusalem akan runtuh saat ia menjadi tawanan di Babilonia. Hal yang sama bahkan telah dinyatakan oleh nabi Yeremia, saat ia berada di Yerusalem, jauh hari sebelum keruntuhannya, namun cukup dekat sehingga pada masa itu orang dapat melihat nubuat tersebut memang berasal dari Tuhan karena menjadi kenyataan. Nabi Amos menubuatkan bencana gempa bumi yang memang terjadi dua tahun kemudian. (Amos 1:1)

Para cendekia Muslim mengatakan bahwa Sura 44:9-16 menubuatkan kekalahan orang-orang Mekah. Tapi pembacaan yang jujur menunjukkan bahwa itu merujuk pada hari penghakiman terakhir:

Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan. Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman." Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila. Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.

Nubuat-nubuat lain yang dirujuk oleh cendekia Muslim bersifat sangat umum, sehingga tidak sebanding dengan nubuat-nubuat Perjanjian Lama yang sangat spesifik. Sura 13:8, 14:24, dan 8:36 menubuatkan kemenangan Islam, ketetapan ajarannya dan pertumbuhan kekuasaan Islam awal. Dalam membaca ayat-ayat tersebut kita menemui rujukan pada penghakiman terakhir, hukuman dan penderitaan dalam neraka, juga pada bagian terakhir sebuah komentar mengenai kemenangan dalam pertempuran Badr, setelah kejadiannya. Ada semacam kontradiksi antara Qur’an dengan cendekia Muslim. Qur’an hanya menyatakan Muhamad sebagai pemberi peringatan, tetapi para cendekia terpaksa menyediakan semacam mujizat nubuat atas tuntutan orang Mekah terhadap kenabian Muhamad.

Keempat, ada masalah besar bagi non-Muslim yang ingin mengevaluasi kenabian Muhamad. Ini menyangkut kredibilitas dan kejujuran. Adalah sebuah aksioma bahwa Muslim menerima Qur’an sebagai benar dan Muhamad sebagai orang yang jujur. Seorang nabi sudah sepantasnya menyatakan kebenaran. Nubuat para nabi Perjanjian Lama terbukti benar, tetapi apa yang mereka nyatakan mengenai masa lalu pun adalah benar. Di mana masa lalu dirujuk dalam Perjanjian Lama, rujukannya benar dan sesuai dengan kenyataan dan sejarah. Di lain pihak, ada rujukan-rujukan dalam Qur’an yang dianggap benar, namun pada kenyataannya salah. Haruskah kita percaya kepada Muhamad apabila catatan sejarah berlawanan dengan apa yang disampaikannya?

Ambil sebagai contoh Sura 5:110:

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhulkudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata."

Di sini kita mendapatkan fakta dan fiksi tercampur-aduk. Orang Kristen tidak menerima injil palsu yang menceritakan Sayidina Isa membuat burung dari tanah liat kemudian membuatnya hidup. Injil-injil palsu bermunculan lebih dari seratus tahun setelah Sayidina Isa . Injil-injil tersebut adalah fiksi yang muncul karena keingintahuan orang mengenai masa-masa hidup Sayidina Isa yang tidak dicatat dalam Injil sejati. Injil Yohanes menyatakan bahwa mujizat pertama Sayidina Isa adalah mengubah air menjadi anggur dalam sebuah perjamuan pernikahan di Kana. Ini mungkin mengejutkan bagi pemikiran Muslim, tapi kenyataannya anggur adalah bagian hidup sehari-hari di Israel.

Contoh lain adalah rujukan mengenai penyaliban Sayidina Isa . Sura 4:157:

dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Ada beberapa penjelasan menarik tentang mengapa Muhamad membuat pernyataan di atas, tetapi fakta sejarah membuktikan kesalahannya. Apa yang tertulis dalam Injil, maupun catatan sejarah Yahudi maupun non-Yahudi memperkuat fakta bahwa

Sayidina Isa memang disalib. Ajaran Gereja awal dan tradisi orang Kristen mendukung bahwa Sayidina Isa benar-benar disalib dan kemudian bangkit dari kematian. Muhamad ternyata tidak termasuk dalam kelompok ini. Pada masa kini memang ada orang yang menolak kebangkitan Sayidina Isa karena filsafat duniawi mereka, tetapi mereka sama sekali tidak menyangkal bahwa penyaliban Sayidina Isa benar terjadi.

Satu lagi contoh kesalah-pahaman atau ketidaktahuan Muhamad adalah mengenai Tuhan sendiri.Sura 4:171 menyatakan:

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Penolakan Muhamad terhadap Sayidina Isa sebagai Anak Allah mencerminkan ketidakpahaman Muhamad akan konsep Trinitas. Jika Tuhan Maha Pengasih, maka siapa yang dikasihi Tuhan sebelum penciptaan alam semesta? Kasih bersifat dua arah. Pemahaman monotheistik Trinitas mencerminkan ke-Esaan Tuhan di mana Allah Bapa yang kekal, mengasihi Anaknya yang kekal, dan Roh Kudus yang kekal. Jika kita membaca Injil, kita tidak dapat menghindar dari kesimpulan bahwa Sayidina Isa adalah Anak Allah yang kekal, telah menjadi manusia dalam daging sebagai satu-satunya penebus umat manusia.

Kita bisa menarik kesimpulan mengenai Muhamad sebagai nabi Allah. Bisa saja kita menyimpulkan bahwa Muhamad benar sedangkan seluruh dunia salah, tetapi fakta sejarah berkata lain. Kita bisa menyimpulkan bahwa pesan Muhamad berasal dari ‘Allah’, namun bukan dari Yahweh. Kita bisa menyimpulkan bahwa Muhamad mendapatkan informasi yang salah, namun menggunakannya tanpa menyadarinya. Mungkinkah Tuhan menyalahi pesan yang Ia berikan sebelumnya? Orang Kristen percaya bahwa Yahweh Maha-tahu dan konsisten. Ia tidak mungkin merubah isapan jempol menjadi fakta.

Tujuan mujizat nubuat dalam Perjanjian Lama adalah membuktikan bahwa Yahweh sendiri adalah yang Tertinggi. Tidak ada gunanya bagi nabi Yesaya untuk berkata, “Tidak ada tuhan selain Yahweh, dan Yesaya adalah rasulnya.” Tidak ada yang meragukan bahwa Yesaya, Amos, Elia, atau Yehezkiel adalah nabi. Mereka memang ditentang, namun pada akhirnya pemenuhan nubuat membuktikan bahwa pesan mereka memang berasal dari Yahweh. Mereka tidak perlu pengakuan orang lain bahwa mereka adalah utusan dari Tuhan.

Nah, kesimpulan ini dapat diterima oleh non-Muslim, tetapi jawaban orang Muslim adalah bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru telah dirubah oleh orang Yahudi dan Kristen. Ini adalah tuduhan tak berdasar yang tidak didukung oleh bukti. Tidak ada bukti yang menunjukkan sebuah persekongkolan antara orang Yahudi dan Kristen untuk melawan Muhamad dengan merubah Kitab Suci. (kita akan membahas hal ini terakhir)

Kelima, orang Muslim mengatakan bahwa Muhamad tidak pernah berdosa. Fazlur Rahman menulis,”Seorang nabi adalah pribadi yang secara keseluruhan sifat dan tingkah-lakunya jauh berada di atas manusia rata-rata. Ia adalah seorang yang ab inito tidak setuju dengan idealisme manusia, dan memiliki kehendak untuk menulis kembali sejarah. Pandangan umum Muslim, karenanya mengambil kesimpulan yang benar secara logis bahwa para nabi dipandang bebas dari kesalahan-kesalahan serius (doktrin isma). Muhamad adalah pribadi yang dimaksud, bahkan satu-satunya yang dikenal dalam sejarah.”[4]

Rahman mengakui bahwa doktrin “bebas dosa” para nabi terbentuk lama setelah masa Muhamad. Setelah kematian Muhamad, pengikutnya memerlukan bimbingan tambahan yang tidak ditemukan dalam Qur’an. Karena itu dirasakan perlu untuk mencontoh tingkah laku Muhamad. Dengan kata lain, semua keputusan yang dibuat Muhamad semasa hidupnya yang tidak ditulis dalam Qur’an, kini dianggap bebas dari kesalahan. Rahman menambahkan,”Penerima wahyu ilahi tidak dapat diharapkan membuat kekeliruan besar, terutama dalam masalah moral. Karenanya, doktrin teologi hanya menyangkup kekeliruan yang serius dan bukan kekeliruan kecil dalam pertimbangan seperti halnya teori legal yang spesifik.”[5]

Andrae menjabarkan dogma Islam yang menyodorkan Muhamad sebagai bebas dosa. Menurut dogma ini,”ia tidak pernah melakukan dosa secara sengaja, dan kalaupun demikian, mungkin ia memang salah melakukan perbuatan yang bisa dianggap sebagai dosa ringan.”[6]

Dogma ini menimbulkan beberapa masalah serius. Pertama, Quran menjabarkan sebuah firman di mana Allah mengampuni dosa Muhammad (Sura 48:1):

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).

Andrae mengutip Muhamad saat ia berdoa dengan nabi-nabi masa lalu (Sura 3:147):

Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."[7]

Jika melihat contoh di atas, kita tidak dapat menghindar dari kesimpulan bahwa Muhamad memang berbuat dosa.

Lagipula, perbedaan antara dosa serius dengan dosa ringan tampak mencolok dalam beberapa kasus. Tampak perbedaan antara berbohong dan mencuri jika kita bandingkan bardasarkan akibatnya. Tapi keduanya adalah dosa serius. Apa yang kita simpulkan dari kehidupan Muhamad sebagai seorang nabi? Dapatkah kita benarkan dia dari perbuatan merampok? Dapatkah kita anggap perbuatannya terhadap orang Yahudi sebagai dosa ringan? Dapatkah kita anggap pembantaian 600 orang Yahudi sebagai hal sepele? Apakah pembenaran Muhamad terhadap poligami termasuk dosa ringan? Dapatkah kita mengacuhkan kasus-kasus tersebut dengan rasionalisasi bahwa begitulah cara hidup di masa itu? Jika kita berbicara mengenai Tuhan yang Maha Adil dan nabi bebas dosa, dapatkah kita menyatukan kedua konsep ini dalam pribadi Muhamad? Ini adalah masalah serius yang harus dihadapi jika kita ingin menentukan kriteria seorang nabi.

Nabi-nabi dalam Perjanjian Lama ikut melibatkan diri dalam masalah etika dan moral. Mencuri, berkhianat, perceraian, perzinahan, dan penyembahan berhala semuanya ditentang oleh para nabi. Ada jurang perbedaan moralitas yang mendalam antara pribadi Sayidina Isa dengan Muhamad. Mengatakan bahwa Muhamad bebas dosa, seperti yang diajukan oleh Rahman menurut dogma Muslim, sama dengan memutar-balik konsep mengenai dosa. Banyak nabi dalam Perjanjian Lama yang mengakui dosa mereka kepada Yahweh, dan mereka diampuni. Yesaya (6:1-7) dan Daud adalah contoh. Sedangkan untuk Muhamad, sepertinya ada peraturan khusus yang membuat setiap perilaku Muhamad benar dan baik, dan tidak satu pun perbuatannya dapat dikatakan sebagai dosa atau menyalahi moral.

Keenam, ada dimensi lain yang harus kita cermati. Muhamad seringkali merujuk kepada Kitab Suci dan menyarankan baik orang Yahudi maupun Kristen untuk menuruti apa yang tertulis di dalamnya. Kita telah menunjukkan bagaimana orang Yahudi mempertanyakan pemahaman Muhamad terhadap Perjanjian Lama. Namun bagaimana dengan Perjanjian Baru? Ada beberapa ayat dalam Perjanjian Baru yang sangat cocok dengan Muhamad.

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

1Yohanes 2:18

Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Sayidina Isa adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.

1Yohanes 2:22-23

Dalam pasal 1 Yohanes pasal 4, nabi palsu dijabarkan sebagai orang yang menyangkal bahwa Bapa telah mengutus Anak untuk menyelamatkan dunia. Bandingkan dengan pernyataan iman berikut:

Barang siapa mengaku, bahwa Sayidina Isa adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

1Yohanes 4:15

Yohanes terus mengingatkan kita:

Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anaknya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anaknya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

1Yohanes 5:10-12

Ajaran dalam Perjanjian Baru, yang tidak dipahami Muhamad, menyatakan bahwa ia adalah seorang nabi palsu. Di masa sekarang yang bersifat pluralistik, pandangan ini tentu kurang populer. Kita hidup pada masa di mana semua agama dianggap berasal dari Tuhan, dan semuanya menjamin keselamatan. Tentu saja, pandangan relativisme seperti ini ditentang oleh Islam ortodoks, dan juga oleh Kristen sendiri. Ravi Zacharias berkomentar bahwa mengatakan semua agama adalah palsu lebih masuk akal daripada mengatakan semua agama adalah benar. Kebenaran semua agama dihancurkan oleh kontradiksi antara ajaran yang satu dengan yang lain.

Muslim mengatakan bahwa Qur’an berasal dari Tuhan, namun tampaknya bersifat terbatas, mengingat perlunya penambahan-penambahan dari sumber lain. Sebagai contoh, tradisi mengenai Muhamad mencakup semua yang pernah diucapkan, dilakukan, atau disetujui olehnya. Seseorang meminta izin kepada Muhamad untuk naik Haji menggantikan ibunya yang baru saja meninggal. Menurut cerita, Muhamad mengizinkan hal ini sebagai hutang seorang ibu yang harus dilunasi oleh anaknya. Cerita-cerita semacam ini ditemukan di Sunnah, atau kumpulan perbuatan Muhammad.

Ada banyak masalah dalam Sunnah. Karena cerita-cerita ini baru dikumpulkan satu setengah abad setelah Muhamad, timbul pertanyaan mengenai mana yang otentik dan mana yang tidak. Dari 600.000 tradisi, Bukhari menyimpulkan bahwa hanya sekitar 2600 yang bisa dianggap otentik, “setelah mempertimbangkan duplikat-duplikat serta laporan-laporan yang meragukan.”[8]

Muhamad Ismail al-Bukhari (870) dan Muslim Ibn al-Hajjaj mengumpulkan dua buku dari ‘Enam Buku Tradisi’. Keempat buku lainnya juga dihormati di kalangan Muslim. Kaum Muslim Shiah memiliki pula buku-buku hadits mereka. Cendekia non-Muslim berpendapat bahwa keenam buku tradisi “saling bertentangan, berat sebelah, dan tidak sesuai jaman” serta,”keenam buku tersebut sebagian besar memuat bahan yang dibuat-buat.”[9]

Hadits atau tradisi menyediakan bimbingan tambahan apabila dalam Qur’an tidak dapat ditemukan. Sura 33:21 menyatakan:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Ayat ini tidak menunjukkan bahwa kebiasaan Muhamad dalam makan, cuci tangan, mandi, duduk, atau apapun disamakan dengan wahyu ilahi.

Ada satu lagi sumber panduan untuk melengkapi Qur’an, yaitu ijma atau konsensus masyarakat. Konsensus ini tidak boleh bertentangan dengan Sunnah dan Qur’an. Konsensus ini diambil dari masyarakat Muslim di masa lalu (bukan dari jaman sekarang) terutama dari generesi Muslim pertama. Ini menunjukkan kuatnya pengaruh tradisi dalam Islam.

Adakah yang benar-benar baru dalam Islam? Saat membaca Qur’an tidak ada hal baru kecuali pernyataan bahwa Muhamad adalah utusan Allah. Qur’an memiliki banyak kekeliruan mengenai sejarah. Menurut Qur’an Maria termasuk dalam Trinitas, dan ada kekeliruan mengenai siapa Maria sebenarnya. Beberapa cendekia Muslim mengatakan bahwa,”Qur’an selalu bersesuaian dengan Kitab Suci, bahkan mengenai hal-hal yang disembunyikan dari Muhamad oleh ahli agama.”[10] Pernyataan seperti ini timbul dari teori Muslim bahwa orang Yahudi dan Kristen mengubah Kitab Suci mereka.

Kalaupun memang benar Kitab Suci dirubah, pastilah terjadi setelah Muhamad meninggal. Jika ini terjadi sebelum Muhammad, seorang harus mengajukan teori bahwa ada persekongkolan besar-besaran untuk merubahnya sebelum Muhammad lahir. Pada kenyataannya, ada banyak naskah Kitab Suci yang beredar jauh berabad-abad sebelum Muhamad. Salah satu yang tertua adalah Chester Beatty papyri yang memuat Injil, Kisah Para Rasul, dan surat-surat Paulus yang berasal dari tahun 250 sesudah Masehi. Walaupun ada banyak naskah tua sebelum Muhammad, kita harus ingat bahwa banyak naskah yang telah hilang ketika orang Kristen dianiaya dan dipaksa membakar naskah-naskah tersebut. Di lain pihak, orang Muslim harus mengingat bahwa pernah ada sedikitnya empat versi kumpulan Qur’an. “Keempat kumpulan tidak resmi ini dimiliki Abd Allah b. Masud, Abu Musa, Abd Allah al Ashari, dan Mikdad b. Amr.[11] Di masa kekuasaan Kalifah Uthman, satu versi dinyatakan sebagai resmi, sedangkan yang lainnnya dimusnahkan. Apakah yang dipilih memang yang benar?

Naskah Kristen terlengkap adalah Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus yang memuat seluruh Perjanjian Lama dan seluruh Perjanjian Baru dan ditulis pada abad keempat. Naskah-naskah serupa kedua codex ini digunakan dalam gereja-gereja dan pembacaan publik sejak jaman maharaja Konstantin. Masih ada naskah-naskah lain, seperti Codex Washington, Codex Alexandrinus, Codex Bezae, Codex Claromontanus, Codex Petropolitanus, Codex Rossanesis, Codex Beratinus, Codex Ephraemi. Kesemuanya telah ada sebelum Muhammad.

Selain naskah-naskah dalam bahasa Yunani, ada banyak terjemahan lain sebelum munculnya Islam. Naskah versi Siria, yang disebut Diatessaron, diterjemahkan oleh Tatian sekitar tahun 170 sesudah Masehi. Naskah Siria lain yang lebih tua, disebut Curetonian Syriac dan Sinaitic Syriac, keduanya berasal dari abad kelima. Terjemahan dalam bahasa Latin sangat banyak, yang paling dikenal disebut Vulgate dan diterjemahkan oleh Jerome mulai dari tahun 384 sesudah Masehi.

Contoh-contoh di atas berlaku untuk Perjanjian Baru. Kita juga dapat menemukan naskah-naskah dan terjemahan Perjanjian Lama. Saat ini kita memiliki naskah-naskah kuno dari Dead Sea Scrolls serta versi Septuagint Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani. Bukti-bukti dari naskah-naskah kuno menunjukkan bahwa tidak ada persekongkolan untuk merubah Kitab Suci sebelum Muhamad. Orang Yahudi dan Kristen tidak dapat merubah semua naskah-naskah yang pada masa itu tersebar di seluruh dunia dalam banyak bahasa. Karena Qur’an bersaksi bahwa Kitab Suci yang berada di masa Muhamad adalah otentik dan asli, maka begitu pula naskah-naskah yang telah ada sebelum Muhamad juga otentik dan asli.

Ketujuh, ada satu lagi perbedaan besar antara Muhamad dengan nabi-nabi Perjanjian Lama. Beberapa wahyu yang disampaikan Muhamad bersifat menguntungkan dirinya sendiri. Padahal nabi-nabi Perjanjian Lama tidak mencari keuntungan bagi diri mereka. Mereka tidak memperalat orang untuk keuntungan pribadi, kecuali nabi-nabi palsu yang juga ada di Israel pada masa itu. Nabi-nabi palsu selalu mengatakan hal-hal yang menyenangkan hati raja, dan mereka didukung oleh raja. Nabi-nabi sejati justeru mengatakan yang sebenarnya, sehingga menyinggung raja. Tuhan menggunakan mereka untuk memberi peringatan kepada raja sehingga seringkali mereka dijebloskan ke dalam penjara. Para nabi hidup menurut standar yang sangat tinggi dalam perilaku mereka. Di suatu saat Musa kurang menghormati Tuhan sehingga sebagai hukuman ia tidak diperkenankan masuk ke tanah perjanjian. Bentuk pernikahan ideal dalam Perjanjian Lama adalah monogami berdasarkan cerita dalam kitab Kejadian. Tidak ada perintah yang membenarkan poligami. (untuk jelasnya bacalah di http://www.answering-islam.org/Emails/polygamy.htm)

Sebaliknya, Muhamad menerima hak-hak khusus terutama dalam soal pernikahan dan seksualitas. Penulis tidak pernah membaca penulis Muslim yang kritis kepada Muhamad dalam hal seks dan perkawinan. Di mata mereka, Muhamad tidak mungkin berbuat salah. Fakta bahwa Muhamad mengawini Aisha ketika umurnya baru 9 tahun (sementara Muhammad 45 tahun lebih tua) tidak membuat orang Muslim merasa terganggu.[12] Pengikut Muhamad hanya boleh memiliki 4 isteri serta budak-budak perempuan untuk keperluan seksual mereka. Sura 4:3 menjelaskan:

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah perempuan-perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Di sisi lain, Muhamad memiliki 9 isteri dan dapat mengawini siapapun yang ia inginkan karena adalah sebuah kehormatan bagi seorang perempuan untuk menjadi isterinya. Satu kasus aneh terjadi ketika Muhamad mengunjungi Zeid ketika ia tidak sedang di rumah. Zainab, isteri Zeid menyambut di depan pintu dengan pakaian rumah. Muhamad terkagum oleh kecantikannya sehingga berucap,”Terpujilah Allah yang merubah hati lelaki!” Zainab mendengar hal ini, kemudian ketika suaminya pulang, Zainab meminta diceraikan agar Muhamad dapat menikahinya. Ini hampir menjadi skandal, namun tiba-tiba turun firman dari Allah kepada Muhamad, Sura 33:37:

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

Mengomentari turunnya firman ini, Aisha telah berucap,”Sungguh, Allah selekasnya bertindak menuruti kenikmatanmu.” [13]

Nabi-nabi Perjanjian Lama tidak membuat ajaran-ajaran baru. Mereka memanggil umatnya untuk kembali dan mematuhi hukum yang diturunkan kepada Musa. Sungguh aneh apabila seorang nabi memiliki hak-hak khusus sementara pengikutnya tidak. Tidak satupun nabi Perjanjian Lama yang memulai agama baru, bahkan Sayidina Isa datang untuk memenuhi nubuat-nubuat Perjanjian Lama. Sayidina Isa memenuhi nubuat-nubuat nabi Yeremia, Yehezkiel, dan Yesaya mengenai Perjanjian Baru sehingga terjadi pergeseran dari agama Yahudi karena mereka menolak pemenuhan nubuat-nubuat tersebut dalam diriSayidina Isa . Dalam Kitab Suci Yahweh menyatakan kuasaNya sejak dari Adam, Nuh, Abraham, para leluhur Israel, para nabi, sampai pada puncaknya ketika Ia sendiri hadir dalam diri Sayidina Isa , Anaknya yang kekal. Ketika Tuhan sendiri telah datang sebagai seorang manusia, ajaran selain dari ini adalah suatu kemunduran, sebuah antiklimaks.